Tuesday, July 3, 2012

Seragam Miki Roque Dipensiunkan


MADRID, KOMPAS.com - Real Betis memensiunkan seragam bernomor punggung 26 milik Miki Roque yang meninggal dunia akibat penyakit kanker pada 24 juni lalu.

Hal itu diumumkan Betis saat memperingati kematian Roque yang dihadiri seluruh ofisial Betis dan sekitar 1000 fans di Benito Villamarin, Senin (2/7/2012) waktu setempat.

Kematian Roque juga mengundang keprihatinan dari tim nasional Spanyol. Setelah berhasil menjuarai Piala Eropa, dua penggawa Spanyol, Cesc Fabregas dan Gerrard Pique, mendedikasikan trofi Piala Eropa bagi Roque.

"Kami ingin mendedikasikan (gelar) ini untuk keluarga Miki Roque. Miki, kami selalu bersamamu," ungkap Pique, seperti dilansir situs resmi UEFA.

"Aku memiliki kaus mereka yang telah meninggalkan kita. Kami sangat menghargai kehidupan, khususnya sekarang ini. Kemenangan ini untuk keluarga mereka. Aku harap mereka dapat menikmati kesuksesan ini," tambah Fabregas.

Semasa kariernya, Roque pernah berkostum Liverpool dari 2005 hingga 2009. Pemain berusia 23 tahun itu juga sempat memenangi trofi Piala FA Yunior 2006 sebelum bergabung dengan Betis pada 2007 lalu. (GL)


Via: Seragam Miki Roque Dipensiunkan

Raja Spanyol Sudah Yakin Casillas Dkk Menang


MADRID, KOMPAS.com - Raja Spanyol, Juan Carlos, menyambut tim nasional Spanyol di Istana Zarzuela di Madrid, Snein (2/7/2012), sehari setelah tim berhasil menang 4-0 atas Italia di Stadion Olympic, Kiev, dan membawa pulang trofi Piala Eropa 2012. Anggota kerajaan menyampaikan ucapan selamat kepada Iker Casillas dan kawan-kawan atas kemenangan dan kegembiraan yang dibawa oleh tim "La Furia Roja" bagi bangsa dan negara di tengah persoalan krisis ekonomi yang tengah mendera Spanyol.

Dalam suasana sukacita itu, selain Juan Carlos, hadir pula putra Mahkota Spanyol Pangeran Felipe de Borbon, istrinya Putri Letizia, dan kedua anak mereka, Putri Leonor dan Putri Sofia.

Nuansa merah mendominasi pakaian anggota kerajaan ini. Raja Juan Carlos dan Pangeran Felipe mengenakan setelan jas dengan dasi warna merah sementara Putri Letizia mengenakan gaun pendek polos berwarna senada. Kedua putri Negeri Matador itu mengenakan kostum tim "La Furia Roja" yang dipadu rok dan celana pendek.

Raja Juan Carlos pertama kali memberikan pelukan hangat kepada pelatih Vicente Del Bosque yang kembali membawa timnas berhasil menjadi juara di turnamen besar. Setelah itu, para pemain bergantian menyalami para anggota kerajaan itu.

Dalam acara semi formal itu, Casillas yang adalah kiper sekaligus kapten timnas memberikan hadiah spesial untuk Raja Juan Carlos dari timnas. Mereka memberikan kostum kebesaran timnas dengan nomor punggung 1 dan nama "Juan Carlos". Hadiah ini membuat raja tampak gembira karena harapannya terkabul.

Sebelum laga final melawan Italia dimulai, Pangeran Felipe yang hadir di Stadion Olympic Kiev mengatakan bahwa raja memiliki keyakinan besar bahwa timnas akan kembali memenangi trofi Piala Eropa 2012 untuk melengkapi kemenangan Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

"Raja mengatakan kepada saya untuk membawa pulang trofi Piala Eropa 2012. Keyakinan ini berdasarkan fakta. Juga, apa pun yang terjadi, yang pasti bahwa tim ini tak akan dikalahkan tanpa berjuang sampai akhir," tuturnya seperti dilansir Marca.


Via: Raja Spanyol Sudah Yakin Casillas Dkk Menang

Aksi Xavi Membuat Saya Mengidolakan Dia


Oleh: Franz Beckenbauer

KOMPAS.com - Pada babak pertama, Anda harus segera menekan Italia. Saya sudah menyarankan hal itu kepada tim Jerman sebelum mereka berlaga di semifinal melawan tim Azzurri. Tim Jerman tidak melakukan itu dan Italia pun akhirnya melaju ke final.

Di Kiev, Ukraina, pada final Piala Eropa 2012, tim Spanyol menyerang Italia sejak babak pertama bagai hiu kelaparan. Mereka pun menggunakan keunggulan 2-0 di babak pertama sebagai landasan kemenangan telak 4-0. Banyak sekali umpan cantik Andres Iniesta dan Cesc Fabregas. Selain itu, kecermatan umpan Xavi Hernandez kepada Jordi Alba untuk gol kedua membuat saya menjadikannya idola walau di usia saya sekarang yang menginjak 66 tahun.

Setelah laga final yang fenomenal itu, prediksi saya terkait Piala Eropa kali ini agak lumayan. (Dalam tulisan yang dimuat di Kompas edisi 1 Juli, Beckenbauer menyebut Spanyol sebagai tim favoritnya.) Spanyol menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan gelar juara Eropa serta berada di ambang kekalahan dari Kroasia pada babak grup dan nyaris tersisih.

Kembali ke penampilan fantastis Italia saat menuju final dan aksi luar biasa oleh juara dunia Spanyol. Dalam berbagai kesempatan, Anda mendapat kesan bahwa Xavi dan Iniesta kini bermain di ambang batas kekuatan fisik mereka.

Kali ini semua berjalan baik lagi bagi Spanyol. Namun, perlu disadari bahwa pola permainan Spanyol ini hanya terpelihara sepanjang FC Barcelona terus memainkan kualitas seperti saat ini, dan itu ditampilkan Barca dengan bintang asal Argentina, Lionel Messi. Dengan Messi, semua menjadi jauh lebih mudah bagi Xavi dan Iniesta.

Seperti biasa, aksi setiap tim bergantung pada apa yang bisa disumbangkan para pemainnya. Adalah pemain yang menentukan bagaimana sistem permainan, bukan pelatih. Dan, figur paling flamboyan di Piala Eropa 2012 adalah Mario Balotelli. Dengan dua golnya dalam kemenangan Italia 2-1 atas Jerman (di semifinal), hampir menjadi satu-satunya sosok yang menyingkirkan Der Panzer dari kejuaraan.

Dengan usia 21 tahun, Balotelli masih bisa berkembang. Pelatih Italia Cesare Prandelli adalah pendidik yang cerdas, salah satu yang membuat para pemainnya tampil sesuai skema racikannya. Usia Balotelli tentu terus bertambah dan ia bakal semakin dewasa. Bahwa pemain muda ini mampu bermain impresif adalah sesuatu yang tidak perlu diragukan. Dia hanya perlu lebih berhati-hati agar tidak berperilaku semau gua.

Hanya saja, klaim bahwa Italia adalah satu-satunya tim yang bermain dengan dua striker kurang tepat juga. Balotelli dan Antonio Cassano juga bekerja keras membantu pertahanan. Sementara Spanyol tidak punya pemain yang khusus bersiaga di lini depan dalam formasi 4-6-0. Fakta bahwa Fernando Torres adalah pencetak gol terbanyak, dengan lebih banyak menjadi pemain pengganti, mewakili kelangkaan gol di turnamen ini.

Bagi saya, Piala Eropa kali ini bukan kejuaraan luar biasa. Ada banyak laga yang kurang menarik. Juga, seputar debat terkait apakah masuk akal menambah jumlah kontestan putaran final dari 16 ke 24. Jika 16 finalis kurang memenuhi harapan penggemar sepak bola, bagaimana dengan 24 tim nanti? Dalam kasus ini, lebih sedikit tim sebetulnya lebih baik.


Via: Aksi Xavi Membuat Saya Mengidolakan Dia

Monday, July 2, 2012

Presiden Fenerbahce Dihukum Enam Tahun Penjara


KOMPAS.com - Presiden klub asal Turki Fenerbahce, Aziz Yildirim, dijatuhi hukuman penjara enam tahun dan tiga bulan dalam kasus pengaturan hasil pertandingan, bersama pengurus beberapa klub lain.

Vonis ini dikeluarkan pengadilan di Turki, hari Senin (2/7/2012), setahun setelah polisi menahan tak kurang dari 93 orang dalam kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola di negara tersebut.

Hakim memutuskan Yildirim, satu di antara empat tersangka yang masih mendekam di penjara, terbukti bersalah mengatur hasil enam pertandingan dan menawarkan uang ke pemain dan pengurus klub.

Dakwaan jaksa menyebutkan, selain mengatur hasil pertandingan, Yildirim memiliki jaringan untuk mendukung kegiatan tersebut. Ia menolak semua dakwaan jaksa walaupun pihak penuntut menyertakan bukti rekaman yang diduga melibatkan pemain dan wasit yang disuap.

Bebas

Meski dinyatakan bersalah dan divonis hukuman penjara, Yildirim justru bebas terhitung mulai Senin (02/07) karena ia telah ditahan sejak setahun lalu. Sistem hukum Turki memungkinkan pengadilan membebaskan terdakwa setelah yang bersangkutan menjalani sebagian masa hukuman.

Yildirim dan beberapa terdakwa lain diperkirakan akan mengajukan banding. Jika ia kalah di tingkat banding ada kemungkinan ia harus menjalani sisa hukuman.

Kasus yang menimpa Yildirim membuat Fenerbahce dicoret dari Liga Champions musim pertandingan lalu.

Selain di Turki, kasus-kasus pengaturan hasil pertandingan juga terjadi di Italia, Israel, Finlandia, dan Yunani di tengah upaya gencar UEFA menekan kasus ini di Eropa. UEFA mengeluarkan dana jutaan dolar untuk memantau perusahaan taruhan dan menyelidiki kasus-kasus dugaan suap terhadap pemain dan wasit.


Via: Presiden Fenerbahce Dihukum Enam Tahun Penjara

Ekspresi Pemain: Dari Kemarahan hingga Kejemawaan


KOMPAS.com - Perhelatan Piala Eropa 2012 menyisakan berbagai ingatan atas pernyataan dan ekspresi pemain selama turnamen akbar itu. Ketegangan, tekanan yang dihadapi pemain, semua tergambar dalam rekaman pernyataan sekaligus ekspresi pemain selama berlangsungnya Euro 2012 itu.

Anda pasti masih ingat bagaimana ekspresi Samir Nasri setelah mencetak gol ke gawang Inggris. Gelandang Perancis itu langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir seolah ingin mengatakan, Tutup mulutmu! Pelatih Perancis Laurent Blanc pun berkomentar, (Perilaku itu) Tidak baik untuk citra Nasri dan begitu juga bagi tim.

Lolosnya Yunani ke perempat final juga bermakna banyak bagi negeri yang tengah dilanda krisis ekonomi sangat berat itu. Kami ingin memberikan sesuatu yang menggembirakan kepada siapa pun di rumah kami, sesuatu untuk dirayakan. Semua orang di Yunani, bahkan keluarga-keluarga kami, teman-teman kami, saudara-saudara kami, sepupu-sepupu kami, semua orang, tengah menjalani masa-masa sulit, ungkap gelandang Yunani, Kostas Katsouranis, ketika ditanya apa makna lolosnya Yunani ke perempat final Piala Eropa 2012.

Sebaliknya, Pelatih Yunani yang berasal dari Portugal, Fernando Santos, menimpali lolosnya Yunani ke perempat final sebagai saat untuk menegakkan kembali kehormatan Yunani, yang terus ditekan Uni Eropa untuk menyeimbangkan anggaran belanja dengan pendapatannya. Setiap orang harus menghormati Yunani karena sejarahnya dan prinsip-prinsip demokrasi, ilmu pengetahuan. Semua dimulai dari Yunani. Karena itu, sangat sulit bagi siapa pun untuk mengajari kami, ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan Pelatih Spanyol Vicente del Bosque mengenai spekulasi tim Spanyol bisa kembali menjadi juara Piala Eropa. Hal itu akan memberikan sejumlah sinyal ke negeri kami bahwa kita bergerak ke arah yang benar. Jika sukses ini bisa diteruskan ke masyarakat, akan luar biasa, ujarnya berharap kesulitan finansial Spanyol bisa diatasi.

Lain lagi dengan Cristiano Ronaldo. Begitu seringnya media massa membanding-bandingkan dia dengan Lionel Messi membuat Ronaldo pun terbawa untuk membandingkan pencapaian dirinya di Piala Eropa dengan pencapaian Messi. Tahukah kamu apa yang dia (Messi) lakukan pada saat seperti ini tahun lalu? Dia harus keluar dari Copa America di perempat final, kata Ronaldo merespons pertanyaan soal pendukung Denmark yang terus meneriakkan nama Messi, menyusul kegagalan dia mencetak gol saat melawan Denmark. Partai itu dimenangi Portugal 3-2 sehingga Ronaldo terus melangkah ke semifinal.

Ungkapan frustrasi juga diutarakan penyerang Belanda, Klaas-Jan Huntelaar, setelah lebih sering dijadikan pemain cadangan oleh Pelatih Bert van Marwijk. Saya sudah mengatakannya, saya kecewa dan marah! tegasnya.

Namun bukan hanya ungkapan pengharapan atau kejengkelan yang terekam dari Piala Eropa 2012. Ungkapan penuh jemawa dan bangga dari pemain pun terdengar di Euro 2012.

Saya seorang lelaki. Saya bisa jadi Peter Pan karena saya suka melakukan hal-hal seperti keinginan saya. Saya punya jiwa bebas. Saya mencetak dua gol di depan ibu saya dan saya ingin mencetak gol di depan ayah saya di Kiev, di final. Momen yang paling saya sukai adalah saat saya memeluk ibu setelah pertandingan, ujar penyerang Italia, Mario Balotelli, seusai melesakkan dua gol kemenangan Italia atas Jerman di semifinal.

Kita bicara mengenai sebuah generasi hebat sepak bola. Mereka memiliki akar, tahu bagaimana bermain bersama karena mereka datang dari sebuah negeri di mana mereka belajar bermain dengan selayaknya. Ini sebuah era hebat sepak bola Spanyol, kata Del Bosque. (AFP/OKI)


Via: Ekspresi Pemain: Dari Kemarahan hingga Kejemawaan

"Timnas Spanyol Bukan Sekadar Pesepak Bola Hebat"


KOMPAS.com - Tim nasional sepak bola merayakan kemenangan di jalanan Madrid, Senin (2/7/2012), usai mengalahkan Italia dengan skor 4-0 di laga final Piala Eropa 2012 di Kiev, sehari sebelumnya. Mereka disambut terlebih dulu di Istana Zarzuela oleh Raja Spanyol, Juan Carlos, lalu bergerak ke Plaza de Cibeles untuk menggelar pesta bersama masyarakat Spanyol.

Kiper timnas Spanyol, Iker Casillas, mengatakan bahwa dirinya sangat bangga bisa kembali memenangi gelar juara Eropa bersama timnya dan menyatakan bahwa kemenangan ini adalah persembahan untuk masyarakat Negeri Matador. Bagi Casillas pula, timnas ini bukan sekadar berisi para pesepak bola yang hebat.

"Saya sangat terhormat bisa menjadi kapten tim ini yang tak hanya terdiri dari para pemain sepak bola yang luar basa, namun juga pribadi-pribadi yang luar biasa. Senang berada di sini. (Kemenangan) ini untuk Anda dan untuk bisa Anda nikmati," ungkapnya seperti dilansir oleh Marca.

Masyarakat Madrid, dan sejumlah kota di sekitarnya, tumpah ruah di jalanan utama Spanyol, sekitar Calle Princesa dan Gran Via, untuk menyambut para pahlawan "La Furia Roja". Dengan atribut-atribut merah kuning, mereka sangat bergembira atas kemenangan tersebut.

Kiper cadangan timnas Spanyol, Pepe Reina mengucapkan terima kasih atas dukungan dari para suporter bertahun-tahun. Dukungan itu yang membuat sepak bola Spanyol bisa bangkit dan menikmati tiga gelar turnamen besar berturut-turut, yaitu Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

"Kami adalah tim legendaris," serunya.

Dia lalu melontarkan pujiannya kepada pelatih Vicente Del Bosque yang juga menjadi legenda karena berhasil membawa timnas berjaya di Piala DUnia 2010 dan Piala Eropa 2012.

"Kekuatan yang mendorong tim dari belakang, orang yang sabar, yang membawa kebaikan dan kebijaksanaan di tengah tim. Saya pikir dia satu-satunya pelatih yang memenangi Piala Dunia dan gelar juara Eropa," tutur kiper Liverpool ini.


Via: "Timnas Spanyol Bukan Sekadar Pesepak Bola Hebat"

Persebaya Naik ke Posisi Kedua


SURABAYA, KOMPAS.com - Fernando Soler (34), ujung tombak Persebaya Surabaya asal Buenos Aires, Argentina, menjadi pahlawan tim Bajul Ijo setelah menciptakan gol melalui kepala tepat tujuh menit sebelum laga berakhir.

Gol itu tercipta melalui Soler pada menit ke-83. Dia memanfaatkan umpan dari Mario Karlovic yang mendapat tendangan bebas. Gol kemenangan bagi Persebaya atas tim tamu, Persiraja Banda Aceh.

Kemenangan 2-1 (1-0) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/7), itu mengangkat Persebaya naik ke posisi kedua klasemen sementara Liga Primer Indonesia (IPL).

Kini, tim Bajul Ijo mengantongi 35 poin dari 20 pertandingan. Persebaya menggeser posisi PSM Makassar untuk menempati peringkat ketiga karena unggul satu poin.

Tambahan tiga poin di kandang sendiri membuat Persebaya percaya diri melawan PSMS Medan pada 11 Juli mendatang.

Gol pertama Persebaya dicetak M Halil pada menit ke-36. Sementara gol semata wayang Persiraja Banda Aceh tercipta melalui Arief Kurniawan pada menit ke-53.

Pelatih Persiraja Herry Kiswanto mengakui, pemainnya kehilangan konsentrasi pada menit-menit terakhir sehingga Soler dapat menciptakan gol bagi kemenangan Persebaya.

Pemain kami tampil maksimal. Namun, dari beberapa peluang yang ada, hanya satu yang menghasilkan gol, ujar Herry.

Pada 15 menit babak pertama, Persebaya tampil cukup agresif sekalipun tidak ada peluang yang membahayakan gawang lawan. Tanpa kehadiran Andik Vermansyah yang tengah membela timnas U-22, hal itu memengaruhi serangan Persebaya yang seolah kehilangan ketajamannya.

Di pengujung babak pertama, gelandang Persiraja, Erik Saputra, hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan datarnya yang tidak terjangkau kiper Persebaya, Endra Prasetya.

Namun, bola tersebut berhasil dihalau mantan pemain sayap nasional yang kini bermain untuk Persebaya, Erol Iba, yang berdiri di bawah mistar gawang.

Pelatih Persebaya Divaldo Alves mengaku puas dengan kemenangan tersebut meskipun beberapa pemain inti absen. Dia berharap, Persebaya dapat bertahan menjadi runner-up dengan meraih kemenangan di dua laga berikutnya. Mereka akan berhadapan dengan PSMS Medan di kandang dan Arema Malang dalam laga tandang.

Tanpa gaji

Pada waktu yang sama di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, tempat pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), tuan rumah Persib Bandung meraih kemenangan 3-2 (2-0) atas Persidafon Dafonsoro.

Pelatih Persidafon Ernest Pehelerang mengatakan, mereka menjalani pertandingan itu tanpa persiapan khusus atau program latihan tertentu. Mereka tampil ala kadarnya.

Kondisi itu terjadi karena pemain Persidafon tidak mendapat gaji sejak enam bulan lalu. Itu sebabnya, dia membiarkan para pemainnya tampil lepas dan apa adanya.

Kemenangan ini menempatkan Persib yang ditangani Robby Darwis tetap di peringkat kedelapan. Peluang untuk menjadi pemuncak klasemen mustahil karena terpaut 27 poin dari Sriwijaya FC di urutan pertama.

Persib menyisakan dua laga tandang, yaitu melawan Persiram Raja Ampat pada 5 Juli dan menghadapi Sriwijaya FC pada 11 Juli. (ILO/ELD/NIC)


Via: Persebaya Naik ke Posisi Kedua